Jurnal : Pengaruh Pupuk Kandang Ayam Pada Pertumbuhan Mentimun

http://beritasehat.com/wp-content/uploads/2014/12/

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA TANAH ULTISOL

Oleh :
Bertua Br Sirait, Ir. Irianto, MP dan Ir. Ardiyaningsih PL, MP
PS Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jambi


ABSTRAK

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah ultisol dan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang ayam yang terbaik bagi pertumbuhan tanaman tersebut. Penelitian  pengaruh dosis pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativuL.) pada tanah ultisol dilaksanakan di lokasi Teaching dan Research Farm Fakultas Pertanian Universitas  Jambi, Desa Mendalo Indah Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi dengan ketinggian 35 m di atas permukaan laut dengan jenis tanah Ultisol. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan percobaan 3 bulan yaitu dari bulan Mei sampai bulan Juli 2012. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu pupuk kandang ayam yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali Adapun dosis yang dicobakan terdiri dari: k0 = 0 ton ha-1 (tanpa pupuk kandang ayam), k1 = 2,5 ton ha-1, k2 = 5 ton ha-1, k3 = 7,5 ton ha-1, k4 = 10 ton ha-1, k5 = 12,5 ton ha-1. Variabel yang diamati adalah bobot pupus kering tanaman, umur berbunga, umur terbentuknya bunga betina, jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina, jumlah buah per tanaman, total bobot buah per tanaman, panjang buah, diameter buah, persentase buah tidak normal, bobot buah tidak normal. Hasil percobaan menunjukan pemberian pupuk kandang ayam dengan berbagai dosis dapat mempengaruhi bobot pupus kering tanaman, umur terbentuknya bunga betina dan jumlah bunga jantan pada tanaman mentimun. Dari hasil yang diperoleh dosis pupuk 2,5 ton ha-1 sudah mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Dosis pupuk 10 ton ha-1 memberikan hasil terbaik pada jumlah buah dan bobot buah per tanaman.
 

Kata kunci : Mentimun, Pupuk Kandang Ayam, Ultisol


PENDAHULUAN

Produksi tanaman mentimun di Indonesia masih rendah. Rendahnya produksi mentimun dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah tidak menggunakan varietas unggul, pemakaian pupuk dengan jenis dan dosis yang tidak sesuai anjuran, kondisi lingkungan yang kurang sesuai untuk pertumbuhan tanaman mentimun serta teknik budidaya yang kurang baik.
Tabel 1. Luas panen, produksi dan rata-rata hasil tanaman mentimun di ProvinsiJambi tahun 2007-2009
No
Tahun
Luas Panen
(ha)
Produksi
Rata-rata hasil 
(ton ha-1)
1.
2.
2006
2007
1.49
1.42
7.73
8.39
5,17
5,91
3.
2008
1.25
5.84
4,67
4.
2009
1.45
5.58
3,85

Rata-rata
-
-
4,90
Sumber : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi (2010)
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa rata-rata hasil tanaman mentimun di Provinsi Jambi dari tahun 2006 sampai 2009 adalah 4,90 ton ha-1. Nilai ini masih rendah  dibandingkan dengan rata-rata nasional yaitu sebesar 10,21 ton ha-1 pada tahun 2006.
Usaha untuk meningkatkan rata-rata hasil mentimun dapat dilakukan dengan cara intensifikasi yaitu melalui perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Hal ini sejalan dengan kondisi tanah di Provinsi Jambi yang didominasi oleh tanah ultisol, yaitu mencapai 2.272.725 ha atau 42,53% dari luas wilayah Provinsi Jambi (Dinas Pertanian Provinsi Jambi, 2010). Ultisol merupakan jenis tanah yang bersifat masam, miskin unsur hara, mempunyai kadar liat yang tinggi, bahan organik rendah dengan struktur kurang bagus (Soepardi, 1983).
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah adalah suplai unsur hara melalui pemupukan. Pupuk adalah semua bahan yang diberikan ke dalam tanah dengan tujuan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Setyamidjaja, 1986). Ditambahkan oleh Hardjowigeno (2003), pemupukan merupakan salah satu cara untuk menambah hara ke dalam tanah.
Untuk mendukung pertumbuhan dan hasil yang optimal, tanaman sangat memerlukan pemupukan. Ada dua jenis pupuk yang saat ini banyak digunakan yaitu pupuk anorganik (kimia) dan pupuk organik. Pupuk kimia mampu meningkatkan produktivitas tanah dalam waktu yang singkat tetapi mengakibatkan kerusakan pada struktur tanah (Sutanto, 2002). Pupuk organik memiliki kelebihan yaitu melepaskan unsur hara secara perlahan-lahan sehingga mempunyai efek residu dalam tanah dan bermanfaat bagi tanaman berikutnya (Suprapto dan Ariba, 2002).
Salah satu jenis pupuk organik adalah pupuk kandang. Menurut Syekhfani (2000) bahwa pupuk kandang memiliki sifat yang alami dan tidak merusak tanah, menyediakan unsur hara makro (Nitrogen, Fosfor, Kalium, Kalsium dan Belerang) dan mikro (Besi, Boron, Seng, Kobalt dan Molibdenum). Selain itu pupuk kandang berfungsi untuk meningkatkan daya menahan air, aktivitas mikrobiologi tanah, nilai kapasitas tukar kation dan dapat memperbaiki struktur tanah. Menurut Setiawan (2002), pengaruh pemberian pupuk kandang secara tidak langsung memudahkan tanah untuk menyerap air.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah ultisol dan mendapatkan dosis pupuk kandang ayam yang terbaik bagi  pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun.

BAHAN DAN METODE
Percobaan ini dilaksanakan di lokasi Teaching dan Research Farm Fakultas Pertanian Universitas  Jambi, Desa Mendalo Indah Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi dengan ketinggian 35 m di atas permukaan laut dengan jenis tanah Ultisol. Percobaan ini dilakukan dari 28 Mei sampai 16 Juli 2012. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih mentimun kultivar Mercy F1, pupuk kandang ayam, insektisida Decis 25 EC.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu pupuk kandang ayam yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Adapun dosis yang dicobakan terdiri dari:  k0 = 0 ton ha-1 (tanpa pupuk kandang ayam) k1 = 2,5 ton ha-1, k2 = 5 ton ha-1, k3 = 7,5 ton ha-1, k4 = 10 ton ha-1, k5 = 12,5 ton ha-1.          Jumlah petak perobaan sebanyak 24 petak dengan ukuran petak adalah 3 m x 2 m dan jarak tanam 60 cm x 50 cm sehingga pada setiap petak terdiri dari 20 tanaman, dan jumlah seluruh tanaman adalah 480 tanaman. Pada setiap petak diambil 2 tanaman sebagai sampel.
Untuk  mengetahui pengaruh perlakuan dilakukan analisis statistik dengan menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan pada taraf α = 5%.         

HASIL DAN PEMBAHASAN
Bobot  Kering  Pupus Tanaman
Hasil uji jarak berganda Duncan pada taraf  α = 5% terhadap bobot kering pupus tanaman disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Bobot Pupus Kering Tanaman Mentimun dengan Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Kandang Ayam
Dosis pupuk kandang ayam
(ton ha-1)
Bobot pupus tanaman
(g)
0,0
1,57  e
2,5
3,70  d
5,0
7,37  c
7,5
10,97  b
10,0
14,82  a
12,5
7,15  c
Keterangan : Angka – angka yang diikuti dengan huruf yang sama tidak berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf α = 5%
Pemberian pupuk kandang ayam meningkatkan unsur hara dalam tanah dan selanjutnya akan meningkatkan serapan unsur hara bagi tanaman. Bobot kering pupus tanaman merupakan cerminan dari efisiensi penyerapan unsur hara dari pemanfaatan cahaya matahari yang tersedia sepanjang musim. Pertumbuhan oleh tajuk tanaman dan daun yang merupakan organ utama penyerapan cahaya matahari tersebut (Gardner dkk., 1991). Besarnya nilai bobot kering pupus tanaman mencerminkan banyaknya unsur hara yang diserap dan di gunakan untuk metabolisme dalam tubuh tanaman.
Lingga dan Marsono (1994) menambahkan bahwa unsur nitrogen diperlukan oleh tanaman untuk merangsang pertumbuhan secara keseluruhan khususnya batang dan membantu pembentukan klorofil yang berguna dalam proses fotosintesis. Makin tinggi nitrogen yang tersedia bagi tanaman maka makin banyak pula pertumbuhan batang, tunas dan daun pada tanaman. Menurut Lakitan (2002) nitrogen merupakan penyusun dari banyak senyawa seperti asam amino yang diperlukan dalam pembentukan atau pertumbuhan bagian-bagian vegetatif seperti batang, daun, dan akar. Unsur nitrogen yang tersedia lebih banyak mengakibatkan daun dapat tumbuh lebih lebar sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung dengan baik. Bobot kering pupus tanaman merupakan dampak dari laju fotosintesis suatu tanaman dengan tidak mengikutsertakan kadar airnya. Semakin besar fotosintat yang dihasilkan maka pertumbuhan organ tanaman semakin baik sehingga bobot pupus kering tanaman yang dihasilkan semakin tinggi.
Umur Berbunga dan Umur Terbentuknya Bunga Betina
Rata-rata umur muncul bunga pertama dan terbentuknya bunga betina akibat pengaruh pemberian pupuk kandang setelah diuji lanjut Duncan pada taraf  α = 5% dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Umur Berbunga dan Terbentuknya Bunga Betina Tanaman Mentimun dengan Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Kandang Ayam
Dosis pupuk kandang ayam (ton ha-1)
Umur berbunga (hari)
Umur terbentuknya bunga betina (hari)
0,0
30,25  a
34,12 a
2,5
29,13  ab
32,38 b
5,0
28,00  bc
31,75 b
7,5
27,00  c
30,00 c
10,0
26,88  c
29,50 c
12,5
26,88  c
29,88 c
Keterangan : Angka – angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf α = 5%
Pada tabel terlihat bahwa pemberian pupuk kandang memberikan pengaruh pada tiap perlakuan karena pupuk kandang ayam dapat menambah unsur hara dalam tanah. Gardner dkk (1991) menyatakan ada dua faktor yang mempengaruhi kecepatan berbunga pada tanaman, pertama faktor eksternal (lingkungan), yaitu cahaya matahari yang berperan penting dalam berlangsungnya fotosintesis, apabila cahaya matahari sesuai maka akan mempengaruhi kecepatan berbunga suatu jenis tanaman dan ketersediaan unsur hara di dalam tanah yang berhubungan dengan ketersediaan suplai energi dan bahan pembangun bagi proses pembentukan dan perkembangan bunga. Tanaman menyerap air dan zat hara dari dalam tanah dengan menggunakan akarnya. Kemudian air dan zat hara itu ditranslokasikan ke daun. Di dalam daun air dan zat hara dicampurkan dengan gas karbon dioksida. Air, zat hara dan karbon dioksida dengan bantuan energi matahari kemudian bereaksi menghasilkan  karbohidrat dan oksigen. Tumbuhan dapat memanfaatkan energi matahari karena memiliki klorofil atau dikenal juga dengan nama zat hijau daun. Kedua yaitu faktor internal (genetik), apabila umur minimum sudah terpenuhi maka tanaman akan berbunga.
Jumlah Bunga Jantan, Jumlah Bunga Betina dan Rasio Bunga Betina terhadap Bunga Jantan
Rata-rata terhadap jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina dan rasio bunga betina terhadap bunga jantan akibat pengaruh pemberian pupuk kandang setelah diuji lanjut Duncan pada taraf  α = 5% dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Jumlah Bunga Jantan, Jumlah Bunga Betina dan Rasio Bunga Betina terhadap Bunga Jantan pada Tanaman Mentimun dengan Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Kandang Ayam
Dosis pupuk kandang ayam
(ton ha-1)
Jumlah bunga jantan
Jumlah bunga betina
Rasio bunga betina terhadap bunga jantan
0,0
13,75  c
3,25   b
0,26 a
2,5
19,00  b
3,63   b
0,18 a
5,0
21,00  b
5,25   b
0,21 a
7,5
27,37  a
10,00   a
0,36 a
10,0
29,50  a
9,88   a
0,33 a
12,5
31,87  a
12,88   a
0,41 a
Keterangan : Angka – angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf α = 5%
Pada Tabel. 4 terlihat bahwa semakin banyak dosis pupuk kandang ayam yang diberikan maka semakin banyak pula bunga yang terbentuk. Semakin tinggi dosis pupuk yang diberikan maka ketersediaan unsur hara di dalam tanah juga meningkat. Idris (2004) mengatakan gagalnya pembentukan bunga suatu tanaman disebabkan oleh faktor lingkungan, unsur hara yang tak seimbang (terutama N, P dan K), air yang berlebihan atau kekurangan, penyerbukan dan pembuahan (fertilisasi), serangga penyerbuknya, gangguan hama dan penyakit, dan genotif susunan buah. Pada umumnya nitrogen sangat diperlukan tanaman untuk membentuk daun yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis berlangsung. Menurut Marsono dan Sigit (2001) menyatakan bahwa fospor  sangat berperan dalam pembentukan bunga, buah dan pematangan buah, namun Fospor juga mampu memperbaiki pembungaan dan pembuahan.
Jumlah Buah per tanaman, Total Bobot Buah per Tanaman Dan Rata – Rata Bobot per Buah
Rata-rata terhadap jumlah buah per tanaman, total bobot buah per tanaman dan rata – rata bobot per buah akibat pengaruh pemberian pupuk kandang setelah diuji lanjut Duncan pada taraf  α = 5% dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Jumlah Buah per Tanaman, Total Bobot Buah per Tanaman dan Rata-    Rata bobot per Buah Pada Tanaman Mentimun dengan Pemberian Pupuk Kandang Ayam
Dosis pupuk kandang ayam
(ton ha-1)
Jumlah buah per tanaman (buah)
Total bobot buah per tanaman
(g)
0,0
0,75 d
173,51  c
2,5
1,37 cd
247,24  b
5,0
2,12 bc
474,63  ab
7,5
2,75 ab
540,70  a
10,0
3,50 a
676,44  a
12,5
3,00 ab
661,96  a
Keterangan : Angka – angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf α = 5%
Pada tabel. 5 terlihat bahwa pemberian pupuk kandang memberikan pengaruh pada tiap perlakuan karena pupuk kandang ayam dapat menambah unsur hara dalam tanah. Ketiga unsur hara (N, P dan K) dalam jumlah besar akan menyebabkan pembentukan sel secara cepat, tentunya hasil fotosintesis yang juga semakin besar sehingga hasil fotosintesis yang ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman semakin banyak termasuk pada pembentukan buah (Jumin, 2002).
Tanaman yang menghasilkan buah yang banyak, mambutuhkan asimilat yang banyak pula untuk dipartisikan ke seluruh bagian buah yang terbentuk. Syarief (1986) menyatakan bahwa tersedianya unsur hara yang cukup pada saat pertumbuhan menyebabkan metabolisme tanaman lebih aktif sehingga proses pemanjangan, pembelahan dan diferensiasi sel akan lebih baik yang akhirnya dapat mendorong peningkatan bobot buah.
Panjang Buah dan Diameter Buah
Rata-rata panjang buah dan diameter buah akibat pengaruh pemberian pupuk kandang setelah diuji lanjut Duncan pada taraf  α = 5% dapat dilihat Tabel 6.
Tabel 6. Panjang Buah dan Diameter Buah Pada Tanaman Mentimun dengan Pemberian Pupuk Kandang Ayam
Dosis pupuk kandang ayam (ton ha-1)
Panjang buah
(cm)
Diameter buah
(cm)
0,0
11,34 b
2,88 b
2,5
17,45 a
4,21 a
5,0
16,73 a
4,17 a
7,5
15,74 a
4,20 a
10,0
17,32 a
4,05 a
12,5
17,58 a
3,98 a
Keterangan : Angka – angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf α = 5%
Pada tabel. 6 terlihat bahwa pemberian pupuk kandang ayam dengan berbagai dosis berpengaruh terhadap panjang dan diameter buah. Hal ini disebabkan karena pupuk kandang ayam sudah terurai, sehingga unsur-unsur yang terkandung di dalamnya dapat tersedia dan dimanfaatkan bagi tanaman. Dalam pembentukan buah, tanaman banyak membutuhkan unsur hara terutama unsur hara fospor dan kalium. Mas’ud (1995) menyatakan bahwa translokasi fotosintat ke buah pada tanaman nyata dipengaruhi oleh unsur hara kalium. Kalium mempertinggi pergerakkan fotosintat keluar dari daun menuju akar dan untuk perkembangan ukuran dan kualitas pada buah sehingga bobot buah bertambah. Indranada (1990) menambahkan bahwa peranan kalium di dalam tanaman sangat berhubungan dengan kualitas hasil. Selanjutnya menurut Rismunandar (2001) menyatakan bahwa kekurangan fosfor menyebabkan pertumbuhan akar terbatas, buah dan biji kecil-kecil. Fosfor diperlukan untuk pembentukan enzim-enzim dalam buah.
Persentase Buah Tidak Normal dan Bobot Buah Tidak Normal
Rata-rata terhadap persentase buah tidak normal dan bobot buah tidak normal akibat pengaruh pemberian pupuk kandang setelah diuji lanjut Duncan pada taraf  α = 5% dapat dilihat pada Tabel 7
Tabel 7. Persentase Buah Tidak Normal dan  Bobot Buah Tidak Normal Tanaman Mentimun dengan Pemberian berbagai Dosis  Pupuk Kandang Ayam
Dosis pupuk kandang ayam (ton ha-1)
Persentase buah tidak normal
(%)
Bobot buah tidak normal
(g)
0,0
 0,25 bc
  67,41 e
2,5
0,14 c
  38,29 f
5,0
0,18 c
155,93 d
7,5
0,55 a
279,45 b
       10,0
     0,41 bc
269,23 c
       12,5
0,47 b
310,13 a
Keterangan : Angka – angka yang diikuti dengan huruf yang sama dan pada kolom yang sama tidak berbada nyata menurut uji Duncan pada taraf α = 5%
Pada tabel diatas terlihat bahwa pemberian pupuk kandang memberikan pengaruh pada tiap perlakuan karena pupuk kandang ayam dapat menambah unsur hara dalam tanah yang dapat dimanfaatkan bagi pertumbuhan tanaman terutatama dapat menyediakan unsur hara N, P, dan K. Lingga (2001) menyatakan bahwa jika tanaman kekurangan unsur hara terutama unsur Kalium akan menyebabkan buah tumbuh tidak sempurna atau tidak normal. Ditambahkan oleh Mas’ud (1995) bahwa translokasi fotosintat ke buah pada tanaman nyata dipengaruhi oleh unsur hara kalium. Kalium mempertinggi pergerakan fotosintat keluar dari daun menuju akar dan untuk perkembangan ukuran dan kualitas pada buah sehingga bobot buah bertambah. Menurut Gardner, dkk (1991) kekurangan kalium mengakibatkan pembentukan protein dan karbohidrat terhambat dan translokasi fotosintat tidak berjalan dengan baik akibatnya fotosintat menumpuk di daun sehingga bagian tanaman seperti akar, batang dan buah kekurangan fotosintat yang menyebabkan pertumbuhan terhambat atau tidak normal.
KESIMPULAN
            Melalui penelitian ini dapat disimpulkan :
1.             Pemberian pupuk kandang ayam dengan berbagai dosis dapat mempengaruhi bobot pupus kering tanaman, umur terbentuknya bunga betina dan jumlah bunga jantan pada tanaman mentimun, namun tidak berpengaruh terhadap umur berbunga, jumlah bunga betina, jumlah buah per tanaman, total bobot buah per tanaman, panjang buah, diameter buah, persentase buah tidak normal, bobot buah tidak normal.
2.             Dosis pupuk 2,5 ton ha-1 sudah mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Dosis pupuk 10 ton ha-1 memberikan hasil terbaik pada jumlah buah dan bobot buah per tanaman.

DAFTAR PUSTAKA
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi. 2010. Data Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2009. Pemerintah Tingkat I Jambi.
Gardner, F. P. B. Pearce dan R. L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia. Jakarta
Hardjowigeno, S. 2003. Klasifikasi Tanah dan Padogenesis. Akademika Dressindo. Jakarta.
Indranada, H. K. 1990. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Penerbit Angkasa. Bandung
Idris, M (2004). Respon tanaman mentimun (Cucumis sativus. L). akibat pemangkasan dan pemberian pupuk ZA. skipsi. fakultas pertanian,  universitas Sumatera Utara
Jumin, H. B. 2002. Agronomi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta
Lakitan, B. 2002. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Pt. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 203 Hal
Lingga, P. 2001. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya Jakarta. Jakarta
Lingga, P dan Marsono. 1994. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Gramedia. Jakarta
Marsono dan P.Sigit. 2001. Pupuk Akar Dan Aplikasi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Mas’ud, P. 1995. Telaah Kesuburan Tanah. Angkasa Bandung. Bandung.
Rismunandar. 2001. Tanaman Tomat Sinar Baru. Algensindo, Bandung
Setiawan, A.I. 2002. Manfaat Kotoran Ternak. Penebar Swadaya. Jakarta.
Setydmidjaja, D. 1986. Pupuk dan Pemupukan. Simplex. Jakarta.
Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Suprapto dan I.B.Ariba. 2002. Pengaruh residu beberapa jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan kering. online (http : www. bptp.jatim deptan. go.id/templates/16 suprapto, p) diakses 15 februari 2012.
Sutanto, R. 2002. Pertanian Organik. Yogyakarta.
Syarief, S. 1986. Ilmu Tanah Pertanian. Bandung. Pustaka Buana. Bandung.
Syekhfani. 2000. Arti Penting Bahan Organik bagi Kesuburan Tanah. Kongres I dan Semiloka Nasional. Maporina. Batu, Malang.


Komentar