SUMBER AJARAN

Sumber Segala Ajaran

LightBlog
Responsive Ads Here

Minggu, 18 Januari 2015

Hasil dan Pembahasan Contoh Proposal Skripsi Pertanian



  IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Induksi Kalus Durian (Durio Zibethinus Murr) Varietas Selat dengan Pemberian Pikloram dan Benzyl Amino Purin.

4.1 Hasil
4.1.1 Waktu Muncul Kalus
            Hasil pengamatan terhadap lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menginduksi kalus pada eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat dengan perlakuan zat pengatur tumbuh pikloram dan BAP pada media WPM secara kultur jaringan dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Rata-rata waktu muncul kalus eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat.
Perlakuan
Waktu Muncul Kalus
1 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
0 ± 0
1 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
39 ± 15,73
1 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
43 ± 10,75
2 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
37 ± 18,44
2 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
0 ± 0
2 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
0 ± 0
3 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
39 ± 15,86
3 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
34 ± 16,47
3 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
0 ± 0
4 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
39 ± 15,59
4 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
34 ± 8,50
4 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
34 ± 8,50
5 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
39 ± 17,45
5 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
0 ± 0
5 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
0 ± 0
Keterangan : Nilai ± yang disajikan adalah standar deviasi
                     HST : Hari Setelah Tanam
            Dari tabel diatas diketahui bahwa perlakuan ZPT dengan kombinasi konsentrasi yang berbeda menghasilkan waktu muncul kalus yang berbeda. Kalus terbentuk pada kisaran waktu 34-43 HST. Waktu muncul kalus paling cepat diperoleh pada perlakuan  3 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP, 4 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP, 4 ppm Pikloram + 1 ppm BAP yaitu 34 HST. Selanjutnya pada perlakuan 2 ppm Pikloram + 0 ppm BAP membentuk kalus pada waktu 37 HST. Sedangkan untuk perlakuan 1 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP, 3 ppm Pikloram + 0 ppm BAP, 4 ppm Pikloram + 0 ppm BAP serta 5 ppm Pikloram + 0 ppm baru mampu terbentuk kalus pada waktu 39 HST. Sedangkan eksplan yang paling lambat membentuk kalus yaitu pada perlakuan 1 ppm Pikloram
+ 1 ppm BAP pada  waktu 43 HST.

4.1.2 Persentase Eksplan yang membentuk Kalus
            Hasil pengamatan terhadap persentase eksplan yang membentuk kalus pada eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat dengan perlakuan zat pengatur tumbuh pikloram dan BAP pada media WPM secara kultur jaringan disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Persentase membentuk kalus eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat.
Perlakuan
Persentase Eksplan Berkalus
1 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
0 ± 0
1 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
18.75 ± 3,13
1 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
6.25 ± 3,13
2 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
37.5 ± 10,83
2 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
0 ± 0
2 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
0± 0
3 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
18.75 ± 5,98
3 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
31.25 ± 3,13
3 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
0 ± 0
4 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
18.75 ± 5,98
4 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
6.25 ± 3,13
4 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
6.25 ± 3,13
5 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
25 ± 8,84
5 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
0 ± 0
5 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
0 ± 0
Keterangan : Jumlah per perlakuan adalah 4 eksplan dengan 4 ulangan
                       Nilai ± yang disajikan adalah standar deviasi
            Persentase eksplan yang membentuk kalus paling tinggi 37.5 % diperoleh dari perlakuan 2 ppm Pikloram + 0 ppm BAP. Selanjutnya pada perlakuan 3 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP terbentuk kalus 31,25 % , Perlakuan 5 ppm + 0 ppm BAP  membentuk kalus 25 % . Perlakuan 1 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP , perlakuan   3 ppm Pikloram + 0 ppm BAP dan 4 ppm Pikloram + 0 ppm BAP membentuk kalus 18,75 %. Sedangkan pada perlakuan 1 ppm Pikloram + 1 ppm BAP, 4 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP serta 4 ppm Pikloram + 1 ppm BAP membentuk kalus 6,25 %. Terdapat pula eksplan yang justru tidak membentuk kalus yaitu pada perlakuan 1 ppm Pikloram + 0 ppm BAP, 2 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP, 2 ppm Pikloram + 1 ppm BAP, 3 ppm Pikloram + 1 ppm BAP, 5 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP dan 5 ppm Pikloram + 1 ppm BAP.
4.1.3 Struktur Kalus
Tabel 3. Struktur kalus eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat.
Perlakuan
Struktur Kalus
12 MST
1 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
-
1 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
Kompak
1 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
Kompak
2 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
Kompak
2 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
-
2 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
-
3 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
Kompak
3 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
Kompak
3 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
-
4 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
Kompak
4 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
Kompak
4 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
Kompak
5 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
Kompak
5 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
-
5 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
-
Keterangan : Jumlah per perlakuan adalah 4 eksplan
MST : Minggu Setelah Tanam
           
Dapat dilihat bahwa dari hasil pengamatan struktur dari kalus eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat yang terbentuk dengan  perlakuan zat pengatur tumbuh pikloram dan BAP pada media kultur WPM secara keseluruhan perlakuan, menghasilkan struktur kalus yang dominan berstruktur kompak.