Hasil dan Pembahasan Contoh Proposal Skripsi Pertanian



  IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Induksi Kalus Durian (Durio Zibethinus Murr) Varietas Selat dengan Pemberian Pikloram dan Benzyl Amino Purin.

4.1 Hasil
4.1.1 Waktu Muncul Kalus
            Hasil pengamatan terhadap lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menginduksi kalus pada eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat dengan perlakuan zat pengatur tumbuh pikloram dan BAP pada media WPM secara kultur jaringan dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Rata-rata waktu muncul kalus eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat.
Perlakuan
Waktu Muncul Kalus
1 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
0 ± 0
1 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
39 ± 15,73
1 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
43 ± 10,75
2 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
37 ± 18,44
2 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
0 ± 0
2 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
0 ± 0
3 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
39 ± 15,86
3 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
34 ± 16,47
3 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
0 ± 0
4 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
39 ± 15,59
4 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
34 ± 8,50
4 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
34 ± 8,50
5 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
39 ± 17,45
5 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
0 ± 0
5 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
0 ± 0
Keterangan : Nilai ± yang disajikan adalah standar deviasi
                     HST : Hari Setelah Tanam
            Dari tabel diatas diketahui bahwa perlakuan ZPT dengan kombinasi konsentrasi yang berbeda menghasilkan waktu muncul kalus yang berbeda. Kalus terbentuk pada kisaran waktu 34-43 HST. Waktu muncul kalus paling cepat diperoleh pada perlakuan  3 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP, 4 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP, 4 ppm Pikloram + 1 ppm BAP yaitu 34 HST. Selanjutnya pada perlakuan 2 ppm Pikloram + 0 ppm BAP membentuk kalus pada waktu 37 HST. Sedangkan untuk perlakuan 1 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP, 3 ppm Pikloram + 0 ppm BAP, 4 ppm Pikloram + 0 ppm BAP serta 5 ppm Pikloram + 0 ppm baru mampu terbentuk kalus pada waktu 39 HST. Sedangkan eksplan yang paling lambat membentuk kalus yaitu pada perlakuan 1 ppm Pikloram
+ 1 ppm BAP pada  waktu 43 HST.

4.1.2 Persentase Eksplan yang membentuk Kalus
            Hasil pengamatan terhadap persentase eksplan yang membentuk kalus pada eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat dengan perlakuan zat pengatur tumbuh pikloram dan BAP pada media WPM secara kultur jaringan disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Persentase membentuk kalus eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat.
Perlakuan
Persentase Eksplan Berkalus
1 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
0 ± 0
1 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
18.75 ± 3,13
1 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
6.25 ± 3,13
2 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
37.5 ± 10,83
2 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
0 ± 0
2 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
0± 0
3 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
18.75 ± 5,98
3 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
31.25 ± 3,13
3 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
0 ± 0
4 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
18.75 ± 5,98
4 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
6.25 ± 3,13
4 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
6.25 ± 3,13
5 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
25 ± 8,84
5 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
0 ± 0
5 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
0 ± 0
Keterangan : Jumlah per perlakuan adalah 4 eksplan dengan 4 ulangan
                       Nilai ± yang disajikan adalah standar deviasi
            Persentase eksplan yang membentuk kalus paling tinggi 37.5 % diperoleh dari perlakuan 2 ppm Pikloram + 0 ppm BAP. Selanjutnya pada perlakuan 3 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP terbentuk kalus 31,25 % , Perlakuan 5 ppm + 0 ppm BAP  membentuk kalus 25 % . Perlakuan 1 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP , perlakuan   3 ppm Pikloram + 0 ppm BAP dan 4 ppm Pikloram + 0 ppm BAP membentuk kalus 18,75 %. Sedangkan pada perlakuan 1 ppm Pikloram + 1 ppm BAP, 4 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP serta 4 ppm Pikloram + 1 ppm BAP membentuk kalus 6,25 %. Terdapat pula eksplan yang justru tidak membentuk kalus yaitu pada perlakuan 1 ppm Pikloram + 0 ppm BAP, 2 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP, 2 ppm Pikloram + 1 ppm BAP, 3 ppm Pikloram + 1 ppm BAP, 5 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP dan 5 ppm Pikloram + 1 ppm BAP.
4.1.3 Struktur Kalus
Tabel 3. Struktur kalus eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat.
Perlakuan
Struktur Kalus
12 MST
1 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
-
1 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
Kompak
1 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
Kompak
2 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
Kompak
2 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
-
2 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
-
3 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
Kompak
3 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
Kompak
3 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
-
4 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
Kompak
4 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
Kompak
4 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
Kompak
5 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
Kompak
5 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
-
5 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
-
Keterangan : Jumlah per perlakuan adalah 4 eksplan
MST : Minggu Setelah Tanam
           
Dapat dilihat bahwa dari hasil pengamatan struktur dari kalus eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat yang terbentuk dengan  perlakuan zat pengatur tumbuh pikloram dan BAP pada media kultur WPM secara keseluruhan perlakuan, menghasilkan struktur kalus yang dominan berstruktur kompak.
                       
 
Gambar 2. Struktur kalus yang terbentuk berstruktur kalus kompak

4.1.4 Warna Kalus
Tabel 4. Warna kalus eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat.
Perlakuan
Warna Kalus
6 MST
12 MST
1 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
-
-
1 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
Putih
Putih Kuning Cokelat Dominan Putih
1 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
Putih
Putih Kuning Dominan Putih
2 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
Putih
Putih Kuning Dominan Putih
2 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
-
-
2 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
-
-
3 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
Putih
Putih Kuning Cokelat Hijau Dominan Putih
3 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
Putih
Putih Kuning Dominan Putih
3 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
-
-
4 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
Putih
Putih Kuning Dominan Putih
4 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
Putih
Putih Kuning Dominan Putih
4 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
Putih
Putih Kuning Dominan Putih
5 ppm Pikloram +    0 ppm BAP
Putih
Putih Kuning Dominan Putih
5 ppm Pikloram + 0,5 ppm BAP
-
-
5 ppm Pikloram +    1 ppm BAP
-
-
Keterangan : Jumlah per perlakuan adalah 4 eksplan
                 MST : Minggu Setelah Tanam
                
            Berdasarkan hasil pengamatan warna kalus dari eksplan daun durian (Durio zibethinus Murr.) varietas selat yang terbentuk pada berbagai perlakuan zat pengatur tumbuh pikloram dan BAP pada media kultur WPM secara keseluruhan perlakuan menghasilkan warna kalus putih pada tahap awal kemunculan dari kalus tersebut, namun seiring waktu dan perkembangan kalus mengalami perubahan warna yang beragam yaitu putih, kuning, cokelat dan hijau. seperti terlihat pada eksplan dari perlakuan 3 ppm Pikloram + 0 ppm BAP  pada 6 MST berwana putih kemudian pada saat 12 MST mengalami perubahan berwarna Putih Kuning Cokelat Hijau Dominan Putih. Pada perlakuan 1 ppm Pikloram +    0,5 ppm BAP pada awal kemunculannya berwarna putih hingga waktu 6 MST namun saat pengamatan 12 MST perubahan warna terjadi seiring perkembangan kalus yaitu berwarna putih kuning terdapat pula warna cokelat.