Pengamatan Serangan Hama Terhadap Tanaman Kedelai



I.                   PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Kedelai jenis liar Glycine ururiencis, merupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kita kenal sekarang (Glycine max (L) Merril). Berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara). Di Indonesia, yang dibudidayakan mulai abad ke-17 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang (Asia Timur) dan ke negara-negara lain di Amerika dan Afrika.

Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama, yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak kedelai. Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu, vetsin, kue-kue, permen dan daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas, cat cair, tinta cetak dan tekstil. Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan minyak goreng, margarin dan bahan lemak lainnya. Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin, kue, tinta, kosmetika, insectisida dan farmasi.
Kedelai merupakan tanaman yang strategis di dunia petanian. Seiring dengan pemanfaatan kedelai untuk bebagai bahan makanan, seperti tempe, tahu, kecap, taucodan sebagainya, banyak masyarakat indonesia yang memiliki ketergantunganterhadap pengkonsumsian kedelai.Makanan yang terbuat atau berbahan dasar kedelai dipercaya mengandung protein yang tinggi dan merupakan makanan rakyat sehari-hari. Namun yang menjadi permasalahan adalah dalam pemenuhan permintaan akan kacang kedelai. Pemerintah membuat kebijakan impor kedelai dari negara lain seperti Amerika dan Cina. Hal ini dikarenakan Indonesi belum mampu membudidayakan kacang kedelai tesebut dengan baik. Berkaitan dengan kondisi tempat dan lingkungan yang sesuai sabagai tempat tumbuhnya kedelai. Kalaupun bisa, hasil yang diperoleh tidak akan sebaik kedelai produk di impor. Kendala lain yang ditemukan dalam pembudidayaan kedelai ini adalah hama dan penyakit yang menyerang.
Gangguan hama, penyakit daan ketidakseimbangan hara merupakan masalah penting yang dihadapi petani dalam usahatani kedelai. Serangan hama dan penyakit, selain menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar, juga menurunkan kualitas hasil. Beberapa serangan hama dan penyakit, seringkali menampilkan gejala yang perlu diidentifikasi dengan teliti, sehingga dapat diketahui dengan tepat penyebabnya yang pada gilirannya upaya pengendalian dapat dilakukan dengan tepat dan efektif.
1.2 Tujuan Percobaan
Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui hama-hama yang menyerang tanaman kedelai beserta gejala yang ditimbulkan berdasarkan stadia pertumbuhan tanaman kedelai.





II.                TINJAUAN PUSTAKA
Sistematika tanaman kedelai adalah sebagai berikut :
Familia : Leguminosae
Subfamili : Papilionoidae
Genus : Glycine
Species : Glycine max L
Kedelai yang tumbuh secara liar di Asia Tenggara meliputi sekitar 40 jenis. Penyebaran geografis dari kedelai mempengaruhi jenis tipenya. Terdapat 4 tipe kedelai yakni: tipe Mansyuria, Jepang, India, dan Cina. Dasar-dasar penentuan varietas kedelai adalah menurut: umur, warna biji dan tipe batang. Varietas kedelai yang dianjurkan yaitu: Otan, No. 27, No.29, Ringgit 317, Sumbing 452, Merapi 520, Shakti 945, Davros, Economic Garden, Taichung 1290, TKG 1291, Clark 1293, Orba 1343, Galunggung, Lokon, Guntur, Wilis, Dempo, Kerinci, Raung, Merbabu, Muria dan Tidar.
a.       Botani
Kedelai merupakan terna dikotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah subtropik, juga merupakan tanaman hari-pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam. Ia akan segera berbunga apabila pada masa siap berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Ini menjelaskan rendahnya produksi di daerah tropika, karena tanaman terlalu dini berbunga. Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endospperma. Embrio terletak diantara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapai ada pula yang bundar atau bulat agak pipih.
Biji kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup. Kecambah kedelai tergolong epigeous, yaitu keping biji muncul diatas tanah. Warna hipokotil, yaitu bagian batang kecambah dibawah kepaing, ungu atau hijau yang berhubungan dengan warna bunga. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran (tauge).
Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Jika kelembapan tanah turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan air. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga 120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil-bintil akar. Bintil akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara mutualis dengan kedelai. Pada tanah yang telah mengandung bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15 – 20 hari setelah tanam. Bakteri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari udara dalam bentuk gas N2 yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO3).
Kedelai berbatang dengan tinggi 30–100 cm. Batang dapat membentuk 3 – 6 cabang, tetapi bila jarak antar tanaman rapat, cabang menjadi berkurang, atau tidak bercabang sama sekali. Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas (determinate), tidak terbatas (indeterminate), dan setengah terbatas (semi-indeterminate). Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi. Tanaman pendek sampai sedang, ujung batang hampir sama besar dengan batang bagian tengah, daun teratas sama besar dengan daun batang tengah. Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga secara bertahap dari bawah ke atas dan tumbuhan terus tumbuh. Tanaman berpostur sedang sampai tinggi, ujung batang lebih kecil dari bagian tengah. Tipe setengah terbatas memiliki karakteristik antara kedua tipe lainnya.

Bunga kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan alat betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin silang alami amat kecil. Bunga terletak pada ruas-ruas batang, berwarna ungu atau putih. Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong.
Buah kedelai berbentuk polong. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100 – 250 polong. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah menjadi kehitaman.
Pada buku (nodus) pertama tanaman yang tumbuh dari biji terbentuk sepasang daun tunggal. Selanjutnya, pada semua buku di atasnya terbentuk daun majemuk selalu dengan tiga helai. Helai daun tunggal memiliki tangkai pendek dan daun bertiga mempunyai tangkai agak panjang. Masing-masing daun berbentuk oval, tipis, dan berwarna hijau. Permukaan daun berbulu halus (trichoma) pada kedua sisi. Tunas atau bunga akan muncul pada ketiak tangkai daun majemuk. Setelah tua, daun menguning dan gugur, mulai dari daun yang menempel di bagian bawah batang.
b.      Manfaat Tanaman
Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama, yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak kedelai. Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu, vetsin, kue-kue, permen dan daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas, cat cair, tinta cetak dan tekstil. Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan minyak goreng, margarin dan bahan lemak lainnya. Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin, kue, tinta, kosmetika, insectisida dan farmasi.
c.       Syarat Pertumbuhan
Ø  Iklim
Tanaman kedelai sebagian besar tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Sebagai barometer iklim yang cocok bagi kedelai adalah bila cocok bagi tanaman jagung. Bahkan daya tahan kedelai lebih baik daripada jagung. Iklim kering lebih disukai tanaman kedelai dibandingkan iklim lembab.
Tanaman kedelai dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan. Sedangkan untuk mendapatkan hasil optimal, tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan.
Suhu yang dikehendaki tanaman kedelai antara 21-34 oC, akan tetapi suhu optimum bagi pertumbuhan tanaman kedelai 23-27 oC. Pada proses perkecambahan benih kedelai memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 oC.
Saat panen kedelai yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik dari pada musim hujan, karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil.
Ø  Media tanam
Pada dasarnya kedelai menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah, tetapi air tetap tersedia. Kedelai tidak menuntut struktur tanah yang khusus sebagai suatu persyaratan tumbuh. Kedelai dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah, asal drainase dan aerasi tanah cukup baik. Tanah-tanah yang cocok yaitu: alluvial, regosol, grumosol, latosol dan andosol. Pada tanah-tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa, pertumbuhan kedelai kurang baik, kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah cukup.
Toleransi keasaman tanah sebagai syarat tumbuh bagi kedelai adalah pH= 5,8-7,0 tetapi pada pH 4,5 pun kedelai dapat tumbuh. Pada pH kurang dari 5,5 pertumbuhannya sangat terlambat karena keracunan aluminium. Pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi (proses oksidasi amoniak menjadi nitrit atau proses pembusukan) akan berjalan kurang baik.
Ø  Ketinggian Tempat
Varietas kedelai berbiji kecil, sangat cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 0,5- 300 m dpl. Sedangkan varietasi kedelai berbiji besar cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 300-500 m dpl. Kedelai biasanya akan tumbuh baik pada ketinggian tidak lebih dari 500 m dpl.






III.             METODE PERCOBAAN

3.1 Tempat dan Waktu
Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan Oktober
3.2 Bahan dan Alat
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah: benih kedelai varietas anjasmoro, pupuk kandang, tali plastik dan air.
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: cangkul, ajir, gembor, alat tulis, sabit, silet, gunting dan alat dokumentasi.
3.3 Metode kerja
a. Pembentukan Bedengan
Lahan tempat pelaksanaan percobaan dibersihkan dari gulma, kotoran dan akar atau tunggul. Tanah kemudian dicangkul hingga menjadi gembur. Selanjutnya dibuat petakan dengan ukuran panjang 3 m dan lebar 2 m.
b.  Pemupukan
Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang, dengan dosis 20 kg/petakan. Pupuk ditaburkan pada petakan kemudian diratakan. Pupuk yang digunakan harus pupuk yang sudah matang sehingga tidak ada patogen penyebab penyakitnya.
c. Penanaman
Penanaman dilaksanakan seminggu setelah pemupukan. Penanaman dilakukan dengan pembuatan lubang tanam dengan jarak 15 cm x 40 cm kemudian setiap lubang diisi dengan 3 benih kedelai.

d. Pemeliharaan
Pemeliharaan yang dilakukan meliputi kegiatan penyiraman, penyulaman, penjarangan dan penyiangan gulma.
-          Peyiraman tanaman dilakukan pada pagi dan sore hari sejak tanaman mulai tumbuh. Penyiraman tidak dilakukan jika hujan turun.
-          Penjarangan dilakukan setelah tanaman berusia 2 minggu dengan menyeleksi tanaman yang kurang baik pertumbuhannya, dan menyisakan satu tanaman tiap lubang tanamnya.
-          Penyulaman dilakukan jika ada tanaman di petakan mati, maka tanaman tersebut diganti dengan tanaman yang baru dari lahan sulaman.
-          Penyiangan gulma dilakukan secara manual/dicabut, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada petak percobaan.
e. Pengamatan
Pengamatan dilakukan setiap satu minggu sekali pada pagi hari dilaksanakan setelah tanaman berusia 2 minggu setelah tanam hingga memasuki masa panen. Pengamatan dilakukan pada semua tanaman dengan melihat gejala-gejala yang timbul pada tanaman yang disebabkan oleh hama kemudian menangkap hama yang terdapat pada petakan. Hama yang didapat kemudian diamati dan diidentifikasi.






IV.             HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Hama yang ditemukan pada tanaman muda berusia 2 minggu setelah tanam hingga 2 minggu setelah tanam adalah: lalat bibit kacang, lalat batang, dan lalat pucuk. Hama yang ditemukan pada fase vegetatif adalah: Aphis, kumbang kedelai, ulat grayak, ulat jengkal, ulat penggulung daun, dan ulat lelicoverpa. Hama yang ditemukan pada fase generatif yaitu kepik polong, kepik hijau, kepik Piezodorus dan penggerek polong kedelai. Hama pada fase vegetaif seperti ulat jengkal ditemukan juga ketika tanaman kedelai berada pada fase generatif namun intensitas serangannya lebih ringan.
v  Serangan lalat kacang ditandai oleh adanya bintik-bintik putih pada keping biji, daun pertama atau kedua. Bintik-bintik tersebut adalah bekas tusukan alat peletak telur (ovipositor) dari lalat kacang betina.
Gejala serangan lalat batang yaitu, pada daun muda terdapat bintik-bintik bekas tusukan alat peletak telur. Lubang gerrekan larva pada batang dapat menyebabkan tanaman menjadi layu, mengering dan mati.
v  Serangan lalat pucuk menyebabkan pucuk pada tanaman menjadi mati dan mengering. Serangan pada tingkat populasi tinggi menyebabkan seluruh helai daun layu. Serangan pada awal pertumbuhan umumnya jarang terjadi, kematian pucuk berlangsung pada saat pembungaan.
v  Serangan Aphis pada pucuk tanaman muda meyebabkan pertumbuhan tanaman kerdil. Hama ini juga bertindak sebagai vektor berbagai penyakit virus kacang-kacangan. Hama ini menyerang tanaman kedelai muda sampai tua.
v  Hama Bemisia tabaci baik yang muda maupun yang dewasa mengisap cairan daun, dan menghasilkan ekstrak embun madu sebagai media tumbuhnya cendawan embun jelaga, sehingga tanaman sering tampak berwarna hitam.
v  Serangga Phaedonia inelusa berwarna hitam megkilap dengan bagian kepala dan tepi sayap depan berwarna kecoklatan. Kumbang dewasa aktif pada pagi dan sore hari, sedangkan pada siang hari bersembunyi di celah-celah tanah. Kumbang dewasa makan daun, pucuk tanaman, bunga dan polong. Bila tanaman tersentuh, kumbang akan menjtuhkan diri dan pura-pura mati.
v  Spodoptera litura aktif makan pada malam hari, meninggalkan epidermis atas dan tulang daun sehingga daun yang teserang dari jauh terlihat berwarna putih. Panjang tubuh ulat yang telah tumbuh penuh 50 mm. Kepompong terbentuk di dalam tanah. Setelah 9-10 hari, kepompong akan berubah menjadi ngengat dewasa. Selain menyerang daun, ulat dewasa juga memakan polong muda dan tulang daun muda, sedang pada daun tua, tulang-tulangnya akan tersisa.
v  Chrysodeixis chaleites menyerang tanaman pada fase nimfa. Ulat makan daun dari arah pinggir. Serangan berat pada daun meyebabkan hanya tulang-tulang daun saja yang tersisa, dan keadaan ini biasanya terjadi pada fase pingisian polong.
v  Omiodes membentuk gulungan daun dengan merekatkan daun yang satu dengan yang lainnya dari sisi dalam dengan zat perekat yang dihasilkannya. Di dalam gulungan, ulat memakan daun, sehingga akhirnya tinggal tulang daunnya saja yang tersisa. Serangan hama ini terlihat dengan adanya daun-daun yang menggulung menjadi satu, bila dibuka akan dijumpai ulat atau keturunannya yang berwarna coklat hitam.
v  Helicoverpa muda makan jaringan daun, sedangkan ulat instar yang lebih tua sering dijumpai makan bunga, polong muda dan biji. Ciri khusus cara makan ulat Helicoverpa adalah kepala dan sebagian tubuhnya masuk ke dalam polong. Selain makan polong, ulat muda juga meyerang daun dan bunga.
v  Kepik Riptortus linearis baik yang muda maupun yang tua mengisap cairan polong dan biji. Cara meyerang dengan menusukkan stilet pada kulit polong dan terus ke biji kemudian mengisap cairan biji. Serangan yang terjadi pada fase pertumbuhan polong dan perkembangn biji menyebabkan polong dan biji kempis, kemudian mengering dan polong gugur.
v  Kepik Nezara viridula pada pagi hari, kepik biasanya tinggal di permukaan daun bagian atas, tetapi pada siang hari akan turun ke bagian polong untuk makan dan berteduh. Kepik muda dan dewasa merusak polong dan biji dengan menusukkan stiletnya pada kulit polong terus ke biji kemudian mengisap cairan biji. Kerusakan yang diakibatkan aleh kepik hijau ini menyebabkan penurunan hasil dan kualitas biji.
v  Kepik Piezodorus muda dan dewasa meyerang dengan cara menusuk polong dan biji serta mengisap cairan biji pada semua stadia pertumbuhan polong dan biji. Kerusakan yang diakibatkan pleh pengisap ini meyebabkan penurunan hasil dan kualitas biji.
v  Penggerek polong kedelai (Etiella zinekenella) tanda serangannya berupa lubang gerek berbentuk bundar pada kulit polong.
4.2 Pembahasan
Lalat bibit kacang menyerang sejak tanaman muda muncul kepermukaan tanah hingga tanaman berusia 10 hari. Lalat betina meletakkan telur pada tanaman muda yang baru tumbuh. Telur diletakkan di dalam lubang tususkan antara epidermis atas dan bawah keping biji atau disisipkan dalam jaringan mesofil dekat pangkal keping biji atau pangkal helai daun pertama dan kedua. Telur berwarna putih seperti mutiara dan berbentuk lonjong dengan ukuran panjang 0,31 mm dan lebar 0,15 mm. Setelah dua hari, telur menetas dan keluar larva. Larva masuk ke dalam keping biji atau pangkal helai daun pertama dan kedua, kemudian membuat lubang gerekan. Selanjutnya, larva menggerek batang melalui kulit batang sampai ke pangkal batang, dan berubah menjadi kepompong. Kepompong mula-mula berwarna kuning kemudian berubah menjadi kecoklat-coklatan.
Imago lalat batang (Melanagromyza sojae) berwarna hitam, bentuk tubuhnya serupa dengan lalat bibit kacang, dengan sayap transparan. Telur diletakkan pada bagian bawah daun sekitar pangkal tulang daun di daun ketiga dan daun yang lebih muda. Telur berbentuk oval setelah 2-7 hari telur menetas menjadi larva dan makan jaringan daun dan masuk serta menggerek batang bagian dalam. Kepompong terbentuk di dalam batang.
Serangga Melanagromyza dolicostigma dewasa berupa lalat berwarna hitam, bentuknya serupa dengan lalat kacang. Telur diletakkan pada permukaan bawah dari daun-daun bagian pucuk yang belum terbuka. Setelah keluar dari telur larva makan dan menggerek  ke dalam jaringan daun, kemudian menuju pucuk tanaman melalui tulang daun.
Tubuh Aphis glycines berukuran kecil, lunak dan berwarna hijau agak kekuning-kuningan. Sebagian besar jenis serangga ini tidak bersayap, tetapi bila populasi meningkat, sebagian serangga dewasanya membentuk sayap yang bening. Serangga ini menyukai bagian-bagian muda dari tanaman inangnya.
Serangga dewasa kutu kebul berwarna putih dengan sayap jernih, ditutupi lapisan lilin yang bertepung. Telur berwarna kuning terang dan bertangkai seperti kerucut. Stadia telur berlangsung selama 6 hari. Serangga muda yang baru keluar dari telur berwarna putih pucat, tubuhnya berbentuk bulat telur dan pipih. Stadia pupa terbentuk pada permukaan daun bagian bawah.
Kumbang kedelai dewasa berbentuk kubah. Tubuh kumbang berwarna hitam mengkilap dengan bagian kepala dan tepisayap berwarna kecoklatan. Kumbang betina meletakkan telur secara berkelompok pada permukaan bawah daun. Telur berbentuk bulat panjang dan berwarna kuning pucat. Larva yang baru keluar dari telur untuk sementara tinggal di tempat telur diletakkan, kemudian pindah dan makan bagian pucuk bunga dan polong. Menjelang menjadi kepompong, larva menuju ke tanah dan berkepompong di sela-sela gumpalan tanah. Masa menjaid kepompong selama 8 hari.

Serangga dewasa Spodoptera litura berupa ngengat abu-abu, meletakkan telur pada daun secara berkelompok. Telur akan menetas setelah 3 hari. Ulat yang abru keluar akan memakan epidermis daun. Kepompong terbentuk di dalm tanah. Setelah 9-10 hari, kepompong akan berubah menjadi ngengat dewasa.

Ngengat betina ulat jengkal meletakkan telur pada permukaan bawh daun secara stu persatu. Menetas setelah 3-4 hari. Ulat yang abru keluar berwarna hijau dan dikenal sebagai ulat jengkal karena perilaku jalannya. Ulat dewasa membentuk kepompong dalam daun yang dianyam. Setelah 7 hari, ekpompong tumbuh menjadi ngengat.
Ngengat betina ulat penggulung daun berukuran kecil, berwarna coklat kekuning-kuningan. Telur diletakkan secara berkelompok pada daun-daun muda. Ulat yang keluar dari telur berwarna hijau, licin, transparan dan agak mengkilap. Kepompong terbentuk di dalam gulungand daun.
Ulat Helicoverpa spp. Meletakkan telur secara terpencar satu persatu pada daun, pucuk atau bunga pada malam hari. Setelah 2-5 hari, telur menetas menjadi ulat. Kepompong terbentuk di dalam tanah. Setelah 12 hari, menetas dan ngengat akan keluar.
Kepik polong dewasa mirip dengan walang sangit, berarna kuning coklat dengan garis putih kekuningan di sepanjang sisi badannya. Telur di letakkan secar berkelompok pada permukaan atas atau bawah daun serta pada polong. Telur berbentuk bulat dengan bagian tengah agak cekung. Setelah 6-7 hari, telur menetas dan keluar kepik muda. Dlam perkembangannya, kepik muda mengalami 5 kali pergantian kulit. Tiap pergantian kulit terdapat perbedaan bentuk, warna dan ukuran.
Kepik hijau dewasa mulai datang di pertanman menjelang fase berbunga. Telur di letakkan secara berkelompok pada permukaan bawah daun, permukaan daun bagian atas, polong dan batang tanaman. bentuk telur seperti cangkir berwarna kuning dan berubah menjadi merah bata ketika akan menetas. Telur menetas setelah5-7 hari. Kepik muda (nimfa) yang baru keluar tinggal bergerombol di atas kulit telur. Untuk menjadi serangga dewasa nimfa mengalami 5 instar yang berbeda warna dan ukurannya.
Kepik Piezodoporus hypner dewasa mirip dengan Nezara, berwarna hijau, mempunyai garis melintang pada lehernya. Telur di letakkan berkelompok pada permukaan daun bagian atas, pada polong, batang atau di rumput. Telur berbentuk silinder, berwarna abu-abu kehitaman dengan stripmputih di tengahnya. Setelah 4 hari, telur menetas dan kelur nimfa, selama perkembangannya menjadi dewasa, kepik muda berganti kulit sebanyak 5 kali.
Serangga dewasa penggerek polong kedelai berwarna keabu-abuan dan mempunya garis putih pada sayap depan. Telur diletakkan secara berkelompok 4-15 butir di bagian bawah daun, kelopak bunga atau pada polong. Telur berbentuk lonjong, setelah 3-4 hari, telur menetas dan keluar ulat berwarna putih kekuningan, kemudian berubah menjadi hijau dengan garis merah memanjang. Kepompong  berwarna coklat dan dibentuk di dalam tanah dengan terlebih dahulu membuat sel dari tanah. Setelah 9-15 hari, kepompong berubah menjadi ngengat.





V.                KESIMPULAN
Sangat banyak hama pengganggu pada tanaman kedelai, sementara musuh alami sangatlah terbatas. Ini menunjukkan perawatan pada tanaman kedelai harus dilakukan dengan baik agar tiding terjadi kehilangan hasil produksi besar-besaran akibat kerusakan oleh hama.

Komentar