Pembenihan Karet


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sejarah karet bermula ketika Christopher Columbus menemukan benua Amerika pada 1476. saat itu, Columbus tercengang melihat orang-orang Indian bermain bola dengan menggunakan suatu bahan yang dapat melantun bila dijatuhkan ketanah. Bola tersebut terbuat dari campuran akar, kayu, dan rumput yang dicampur dengan suatu bahan (lateks) kemudian dipanaskan diatas unggun dan dibulatkan seperti bola.

Pada 1731, para ilmuwan mulai tertarik untuk menyelidiki bahan tersebut. seorang ahli dari Perancis bernama Fresnau melaporkan bahwa banyak tanaman yang dapat menghasilkan lateks atau karet, diantaranya dari jenis Havea brasilienss yang tumbuh di hutan Amazon di Brazil. Saat ini tanaman tersebut menjadi tanaman penghasil karet utama, dan sudah dibudidayakan di Asia Tenggara yang menjadi penghasil karet utama di dunia saat ini.
 Seorang ahli kimia dari Iggris pada tahun 1770 melaporkan bahwa, karet digunakan untuk menghapus tulisan dari pensil. sejak 1775 karet mulai digunakan sebagai bahan penghapus tulisan pensil, dan jadilah karet itu di Inggris disebut dengan nama Rubber (dari kata to rub, yg artinya menghapus), sebelumnya remah roti biasa digunakan orang untuk menghapus tulisan pensil. Pada dasarnya, nama ilmiah yang diberikan untuk benda yang elastis (menyerupai karet) ialah elastomer, tetapi sebutan rubber-lah lebih populer di kalangan masyarakat awam.
Barang-barang karet yang diproduksi waktu itu selalu menjadi kaku di musim dingin dan lengket dimusim panas, sampai seorang yang bernama Charles Goodyear yang melakukan penelitian pada 1838 menemukan bahwa, dengan dicampurkannya belerang dan dipanaskan maka keret tersebut menjadi elastis dan tidak terpengaruh lagi oleh cuaca. Sebagian besar ilmuwan sepakat untuk menetapkan Charles Goodyear sebagai penemu proses vulkanisasi. Penemuan besar proses vulkanisasi ini akhirnya dapat disebut sebagai awal dari perkembangan industri karet.
Pada waktu pendudukan jepang di Asia Tenggara dalam WWII, persediaan karet alam di negara sekutu menjadi kritis dan diperkirakan akan habis dalam waktu beberapa bulan. Pemerintah Amerika mendorong penelitian dan produksi untuk menghasilkan karet sintetik untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Usaha besar ini membuahkan hasil dalam waktu singkat dan terus berkembang sesudah WWII berakhir pada 1945. Dalam jangka waktu 3 tahun sesudah berakhirnya WWII, sepertiga karet yag dikonsumsioleh dunia adalah karet sintetik. Pada 1983, hampir 4 juta ton karet alam dikonsumsi oleh dunia, sebaliknya, karet sintetik yang digunakan sudah melebihi 8 juta ton dan terus bertambah hingga sekarang.
Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting, baik sebagai sumber pendapatan, kesempatan kerja dan devisa, pendorong pertumbuhan ekonomi sentra-sentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati.

1.2   Tujuan
·         Untuk mengetahui cara-cara pembibitan pada tanaman Karet.
·         Untuk mengetahui cara menyeleksi biji Karet yang baik untuk dikecambahkan.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Bunga dan Buah

Tanaman karet adalah tanaman berumah satu (monoecus). Pada satu tangkai bunga yang berbentuk bunga majemuk terdapat bunga betina dan bunga jantan. Penyerbukannya dapat terjadi dengan penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang. Pohon karet mulai berbunga pada umur kurang lebih tujuh tahun, dan bahkan untuk keperluan penelitian dan pemuliaan telah dicoba untk merangsang terjadinya pembungaan pada umur kurang lebih lima tahun. Persyaratan umur bagi pohon induk biji tidak menjadi masalah. Yang lebih penting adalah penyediaan klon-klon unggul sebagai pohon induk, supaya menghasilkan biji klon yang unggul pula.
Dalam pertumbuhan karet diketahui bahwa menjelang berakhirnya musim hujan daun-daunnya mulai berguguran. Masa gugur daun tidak terjadi secara bersamaan, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya jenis klon dan keadaan iklim setempat. Setelah selesai gugur daun pada ranting-ranting mulai keluar kuncup-kuncup baru (bersemi) bersamaan dengan mulainya pembungaan. Bunga yang keluar dari ranting-ranting yang baru bersemi itu berbentuk bunga majemuk, di mana satu tangkai bunga tersusun dari banyak bunga. Bunga majemuk ini terdapat pada ujung ranting yang berdaun. Tiap-tiap karangan bunga bercabang-cabang. Bunga betina tumbuh pada ujung cabang, sedangkan bunga jantan terdapat pada seluruh bagian dari karangan bunga. Jumlah bunga jantan jauh lebih baik banyak daripada bunga betina. Bunga berbentuk “lonceng” berwarna kuning. Ukuran bunga betina lebih besar daripada bunga jantan. Apabila bunga betina terbuka, putik dengan tiga tangkai putik akan tampak. Bunga jantan bila telah matang akan mengeluarkan serbuk sari yang berwarna kuning. Bunga karet mempunyai bau dan warna yang menarik dengan serbuk sari dan putik yang agak lengket.
Seperti yang telah disebutkan di atas, penyerbukan bunga karet dapat berlangsung secara sendiri maupun bersilang. Penyerbukan silang terjadi dengan bantuan serangga seperti jenis-jenis Nitudulidae, Phloeridae, Curculionidae, jenis-jenis lalat dan tabuhan kecil (DIJKMAN, 1951).

Berhasil tidaknya proses pembuahan (pollination) baru dapat diketahui setelah 3 – 4 minggu kemudian. Bila penyerbukan tidak berhasil, bunga betina akan layu dan gugur setelah 2 minggu. Jika penyerbukan berhasil, putik akan membesar menjadi buah. Sebulan setelah terjadinya pembuahan, sekitar 30 – 50% buah akan gugur secara berangsur-angsur, dan sisanya berkembang hingga masak atau sebagian gugur lagi bila keadaan tidak memungkinkan. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan tanaman, keadaan cuaca/iklim, jenis klon dan juga oleh hama/penyakit yang menyerang bunga/buah.
Proses pemasakan buah berlangsung selama 5 – 6 bulan. Musim panen biji berlangsung pendek, hanya sekitar 1,5 bulan. Sedangkan daya kecambah biji sangat cepat berkurang, terutama bila penanganannya kurang baik. Berdasarkan proses pembuahannya, pada karet dikenal tiga golongan biji, yaitu biji legitim, prope-legitim, dan illegitim.

2.2  Kebun Induk Biji
Pohon induk biji adalah tanaman karet yang berasal dari klon tertentu yang berfungsi sebagai pohon penghasil biji yang akan dijadikan benih. Biji yang dihasilkan oleh kebun induk biji disebut biji klon. Kebun induk biji dapat berupa kebun induk monoklon, biklon, dan polyklon.
Dalam memilih pohon induk biji perlu diperhatikan:
-          Jenis klonnya,
-          Macam kebun induknya (monoklon, biklon, dan polyklon),
-          Bentuk pohonnya (batang dan mahkotanya), yang memiliki ciri-ciri sebegai berikut:
o   Bentuk batang baik (lurus, dapat mempertahankan terpeliharanya batang utamanya),
o   Percabangan baik,
o   Bentuk dan keadaan mahkota baik,
o   Tumbuh subur, sehat dan bebas dari gangguan hama/penyakit.
-          Pembungaan dan pembuahannya lebat.

2.3  Benih

Tanaman karet dapat diperbanyak secara generatif (dengan biji) dan secara vegetatif (menggunakan klon). Biji yang akan dipakai untuk bibit, terutama untuk penyediaan batang bagian bawah (onderstam, stock nursery) harus sungguh-sungguh baik.
Penyediaan benih karet dikenal ada beberapa biji klon. Biji-biji ini umumnya berasal dari kebun induk biji. Biji klon yang digunakan menjadi tiga golongan, yaitu:

a.       Biji legitim (legitimate seed)
Biji legitim adalah biji yang diperoleh dari kebun induk yang proses penyerbukannya diketahui secara pasti dari mana serbuk sari itu berasal. Biji legitim dapat diperoleh dari:

1)      Kebun induk monoklon
Bila pada kebun induk biji hanya terdapat satu jenis klon, maka penyerbukan yang berlangsung antara bunga betina dan bunga jantan keduanya berasal dari klon yang sama. Kebun induk yang terdiri dari hanya klon LCB 1320 misalnya, akan menghasilkan biji LCB 1320 legitim.
2)      Hasil penyerbukan buatan
Bila dalam penyerbukan bunga betina LCB 1320 sengaja mendapat serbuk sari dari bunga jantan PR 228 dengan peyerbukan cara buatan, maka biji yang dihasilkan pada pohon LCB 1320 adalah biji legitim. Cara ini dilaksanakan pada usaha pemuliaan karet.
Tanaman yang berasal dari biji legitim suatu klon unggul biasanya pertumbuhannya cukup seragam. Akan tetapi jumlah biji yang diperoleh umumnya sedikit dan tidak dapat memenuhi kebutuhan.


b.      Biji prope-legitim (prope legitimate seed)
Biji prope-legitim (hampir legitim) diperoleh dari kebun induk biji yang pohon induknya diketahui secara pasti, akan tetapi pohon bapaknya hanya dikira-kira saja, yaitu klon-klon yang berbunga pada saat yang bersamaan dan letaknya berdekatan dengan pohon induk tersebut.
Contoh: Pada kebun induk biji biklon terdapat klon AVROS 157 dan AVROS 161. Biji yang dihasilkan oleh pohon induk klon AVROS 157 adalah biji AVROS 157 prop, dan dari pohon induk klon AVROS 161 adalah biji AVROS 161 prop.
Dalam praktik, untuk memperoleh biji prope-legitim dengan jumlah yang cukup banyak dan berkualitas baik, perlu dibuat kebun biji biklon yang terdiri dari dua klon unggul yang mudah bersilang.

c.       Biji illegitim (illegitimate seed)
Biji illegitim diperoleh dari pohon induk yang diketahui sifat-sifatnya, akan tetapi tumbuhnya tercampur dengan berbagai jenis klon lainnya yang dapat menyerbuki klon tertentu tersebut, sehingga biji yang dihasilkan tidak diketahui secara pasti dari mana serbuk sari itu berasal.
Contoh: Pada kebun induk biji klon Tjir 1 ditanam tercampur dengan klon-klon LCB 1320, GT 1, PR 107, dsb. Maka biji yang diperoleh adalah Tjir 1 ill, LCB 1320 ill, dsb.
Dalam penyediaan biji untuk batang bawah, yang terbaik adalah biji legitim dan prope-legitim. Pemakaian biji illegitim untuk keperluan batang bawah hanya dapat dibenarkan bila keperluan bibit sangat banyak, yang tidak dapat dicukupi oleh kedua macam biji saja.





2.4  Penyediaan Biji

Biji untuk benih dapat diperoleh dari kebun-kebun induk biji atau dari kebun milik balai-balai penelitian. Penyediaan biji yang dibutuhkan harus sesuai dengan keadaan iklim.
Menjelang berakhirnya musim hujan, daun-daun karet umumnya gugur, kemudian bersemi dan mulai berbunga. Pertumbuhan dari bunga sampai biji yang masak berlangsung selama 5,5 – 6 bulan. Di pulau Jawa musim masak biji adalah pada bukan Januari sampai Maret. Sedangkan di Sumatera Utara pada bulan Oktober sampai November, kecuali untuk klon AVROS 2037 musim panen biji jatuh pada bulan Agustus.
Biji karet tidak tahan disimpan lama, karena daya kecambahnya cepat sekali menurun. Biji yang dipungut harus segera disortir, dinilai kesegarannya dan dikemas bila akan dikirim ke tempat lain. Biji yang segar atau baru warnanya mengkilat, coraknya cerah, isi bijinya tidak goncang dan rata-rata untuk 220 biji adalah 1 kg.
Dua minggu terhitung mulai saat pungutan, daya tumbuh biji dapat turun smapai lebih dari 50%, bila biji tidak ditangani dengan baik.
Biji yang telah dipungut sebaiknya segera disemai. Usaha untuk mempertahankan kesegaran biji dilakukan dengan merendam biji dalam air bersih. Caranya adalah dengan memasukkan biji ke dalam karung kemudian direndam dalam air bersih dan jernih selama ± 4 malam. Setelah selesai direndam, biji dikeluarkan dari karung kemudian dikeringanginkan dengan dihamparkan di atas alas anyaman bambu yang bersih di ruangan yang sirkulasi udaranya baik.
Untuk melindungi biji terhadap gangguan jasad renik (bakeri/cendawan), biji dapat disemprot dengan larutan fungisida Actidione dengan konsentrasi 0,05%.





2.5  Pengepakan Biji

Bila biji akan dikirim ke tempat lain yang jauh (misal antarkota/pulau), maka pengiriminnya harus dilakukan dengan cara dipak/dikemas dengan dalam peti kayu. Cara pengepakan yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
·         Buatlah peti dari kayu yang ringan dengan ukuran 60 x 40 x 10 cm atau 30 x 20 x 10 xm, yang dapat memuat sekitar 2500 – 3000 biji atau sekitar 20 liter biji. Pada setiap sambungan papan diusahakan agar terdapat celah yang lebarnya tidak melibihi 0,5 cm.
·         Tutuplah alas peti dengan selembar plastik. Isikan biji ke dalam peti, tetapi jangan sampai penuh sekali. Untuk memperoleh kelembaban yang baik, biji-biji tersebut dapat dicampuri dengan serbuk arang lembab sebanyak 1 kg yang telah dibasahi dengan 250 gram air. Bii karet dicampur dengan serbuk arang secara merata.
·         Sebelum peti ditutup dengan penutup peti, hamparkanlah lembaran plastik di atas biji. Tutuplah peti dengan sebaik-baiknya. Sebagai penguat, peti diikat dengan 2 potong pita besi atau pita plastik.
·         Pada tutup peti ditulis nama dan alamat pengirim serta penerima, nama kebun, asal biji, keterangan isi peti, dan tanggal pengepakan dilaksanakan. Pada sisi peti hendaknya ditulis “Jangan dibanting”.

2.6  Pengiriman Biji
Pengiriman biji karet harus dilaksanakan secara cepat, bila mungkin menggunakan pesawat terbang. Untuk mencegah menurunnya daya kecambah dari biji karet, maka selama pengiriman perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:
·         Peti-peti jangan ditempatkan dalam ruangan yang terlalu panas (suhu tidak boleh melibihi 30°C),
·         Peti jangan ditumpuk sedemikian rupa, sehingga tidak memperoleh udara segar,
·         Peti jangan ditempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari secara langsung,
·         Peti jangan basah karena kehujanan attau sebab-sebab lainnya.

Bila pengiriman biji menggunakan angkutan darat, sebaiknya dilaksanakan pada malam hari, agar suhu ruangan penyimpanan peti dalam ruangan pengangkutan tidak menjadi panas sekali. Kalau pengiriman terpaksa dilaksanakan siang hari, hendaknya peti-peti paling atas ditutup dengan karung basah dan dijaga agar tetap basah selama perjalanan.
Sesampainya di tempat tujuan, peti-peti diletakkan di tempat yang teduh. Pada waktu akan disemaikan, peti jangan dibuka serentak, tetapi harus dibuka satu demi satu. Hal ini dimaksudkan agar kadar air dalam biji tidak cepat menurun sehingga daya kecambah dari biji-biji tersebut tetap tinggi.
Di Malaysia, pengepakan biji dilakukan dalam polybag kecil yang diberi lubang-lubang dan dicampur aduk serbuk gergaji lembab 10% atau serbuk arang lembab 20%. Polybag-polybag itu tidak boleh dirapatkan (ditumpuk padat) dalam penyimpanannya, dan harus disimpan di tempat yang sejuk. Dengan cara ini biji dapat disimpan selama 3 bulan dengan daya kecambah yang tetap baik.

2.7 Seleksi Biji
Sebelum biji dekecambahkan, sebaiknya diseleksi terlebih dahulu dengan cara dilaksanakan tes biji untuk memisahkan biji yang baik dari yang jelek. Cara seleksi biji yang praktis adalah dengan metode pemantulan atau metode perendaman.
Pada metode pemantulan, biji dijatuhkan di atas alas yang keras, misalnya lantai, permukaan meja atau lembaran kayu. Biji yang memantul sewaktu dijatuhkan di atas alas yang keras adalah biji yang baik. Biji yang memantul memiliki daya kecambah ± 80%, sedangkan biji yang tidak memantul biasanya tidak baik digunakan untuk benih.
Pada metode perendaman, biji dimasukkan (direndaam) ke dalam air bersih. Biji yang baik adalah yang tenggelam. Metode ini dipandang kurang efisien karena tidak praktis.

Selain kedua cara diatas, dapat pula menggunakan metode lainnya, yaitu dengan pengambilan sampel biji. Pada metode ini dari sejumlah biji yang akan dikecambahkan diambil sampel masing-masing sebanyak 100 biji untuk tiap 200 liter biji dengan beberapa ulangan. Biji sampel itu kemudian dibelah dan diperiksa bagian dalamnya (endospermnya). Bila dari hasil pengamatan sampel 70% biji menunjukkan keadaan yang baik, yaitu endospermnya berwarna putih murni sampai kekuning-kuningan, secara keseluruhan diharapkan biji-biji tersebut memiliki daya tumbuh yang baik. Biji-biji yang endospermnya berwarna kuning, kuning kecoklat-coklatan sampai hitam dan keriput, adalah biji-biji yang jelek.



Kesimpulan
1.      Biji karet memiliki daya kecambah yang cepat sehingga tidak bisa disimpan lebih lama.
2.      Dalam pengepakan biji karet harus lah tetap lembab, agar karet dapat tetap bagus.
3.      Dalam melakukan penyeleksian biji, harus dilakukan dengan teliti agar biji yang didapat 80% baik.

Komentar