First Love

Selamat malam, cinta pertama ku! seorang wanita dengan wajah ceria, bersenyum manis, gelombang rambutmu mengindahkan wajahmu yang memancarkan binar cahaya matamu yang indah yang selalu ingin bermanja diiringi suaramu yang begitu lembut terdengar. Dimataku kau wanita terindah dan sempurna yang ku miliki, yang selalu memberikan ku senyum setiap kali bersama dan membuat mu selalu terkenang didalam mimpi ku, oh cinta pertamaku.


Ku sadar mungkin kau takkan pernah membaca ini, bahkan terpintas tu melihat dan mengakhiri setiap paragraph nya pun tak mungkin. Mungkin kau tak pernah tau bagai mana usahaku menulis ini, yang berusaha keras menarik mu dan mencari mu kembali disudut-sudut otak kiri dan kananku yang membuat ku kembali kepada kegalauanku dimasa lalu, mengenang senyum dan tawamu saat bersamaku dulu.

Kenangan mu begitu jelas masih tersimpan di sudut otakku, yang mengisahkan perkenalan kita, pertemanan penuh tawa canda, hingga akhirnya kita jatuh cinta menjalin hubungan bersama dan akhirnya berpisa, suatu kisah yang jika dituliskan dari awal akan menghasilkan sebuah cerita cinta yang penuh arti didunia dalam sebuah buku kisah cinta, namun aku tak akan bercerita tentang itu. Namun bukan berarti aku tak ingin mengenang mu lagi, namun aku hanya ingin membuat setiap baris tulisan ini menjadi penuh isi dan makna.

Kini aku pun tak pernah tau lagi bagai mana kabarmu dan keadaanmu, yang kutau! kau pergi jauh kesana ketempatkau mencari ilmu yang belum tentu kan kembali. Terkadang berusaha tuk tak mencari-cari namun yang tak dicari selalu datang menghampiri dalam sudut otak yang terkadang sering muncul dengan tiba-tiba.

Terkadang ku bayangkan saat usiamua semakin tua yang memberi tampilan dirimu yang lebih dewasa dengan wajah yang lebih putih dan indah dihiasi rambutmu yang bercahaya yang membuat ku selalu cinta padamu.  Memang Cinta Pertama itu takkan pernah terhapuskan dan terlupakan oleh waktu, karena dia akan selalu melekat sudut hati dan sudut otak yang kapanpu bisa saja keluar kembali. Memang Cinta Pertama tetap lebih kuat dari cinta-cinta lainya yang datang, walau cinta yang datang itu begitu indah takkan mampu tuk hapuskan dy yang ada disudut itu. Namun apa yang kurasakan saat ini hanya aku yang tau, aku yang rasakan, kau telah memilih arah langkahmu dan aku pun memilih arah langkahku yang mengarahkan kita ke 2 arah yang berbeda.

Aku tak tau dan aku tak mampu berharap apa yang akan terjadi dimasa medatang, Biarkan Tuhan yang menyimpan apa yang terjadi ditangannya yang kita tidak tau apa yang akan diberikannya suatu saat nantinya. Namun yang ku tahu, aku Mencintaimu dan kan tetap selalu begitu dari sekarang dan seterusnya, bayang senyum dan tawamu pun selalu ada dan takkan pernah terhapus, karna kaulah Cinta Pertamaku!

Kuhanya dapat berharap Tuhan selalu memberkati mu dan keluargamu hingga suatu hari nanti kau dapat mencapai tujuanmu.
Dan satu yang selalu kupegang, aku takkan pernah meragukan kekuatan dari Cinta Pertama.

I Love You

Komentar