DPR: BANK PERTANIAN WAJIB UNTUK PETANI



Pemerintah harus menunjuk salah satu bank milik negara, yang khusus menangani petani.
Pasalnya saat ini belum ada satupun bank negara yang ditunjuk oleh pemerintah, akibatnya penyaluran kredit kepada petani tidak maksimal.


Demikian disampaikan Anggota Komisi IV DPR, Viva Yoga Mauladi kepada INILAH.COM di Jakarta Minggu (17/2/2013).

"Harus ada bank khusus yang menangani petani, terserah apakah itu BRI atau Bukopin," kata Viva Yoga.

Menurut Viva Yoga, agar penyaluran kredit tidak memberatkan petani, aturan maupun persyaratan yang diajukan oleh pihak bank sebisa mungkin juga dipermudah. Apalagi, sejauh ini dari sisi pembiayaan, pemerintah juga mempersulit.
"Pelatihan dari pemerintah juga penting, karena sejauh ini sedkit sekali. Akibatnya petani menjadi bingung karena tidak punya teknologi dan pemikiran komprehensif terkait lembaga keuangan," kata Viva Yoga.

Terkait pembentukan bank khusus pertanian tersebut saat ini masih terjadi perdebatan yang alot antara DPR dan pemerintah. Padahal wacana pembentukan bank pertanian tersebut sudah lama digulirkan.

Karena alasan petani tidakbankable dan terlalu beresiko, perbankan enggan memberikan kredit kepada petani. Bank Indonesia mencatat dari total penyaluran kredit perbankan sebesar Rp.2.725 triliun tahun 2012, untuk sektor pertanian hanya sebesar Rp.40,70 triliun atau 7,73%, selebihnya untuk sektor perdagangan dan sektor lainnya.

Komentar