Klasifikasi Dan Manfaat Buah sukun

sukun
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Dilleniidae
                         Ordo: Urticales
                             Famili: Moraceae (suku nangka-nangkaan)
                                 Genus: Artocarpus
                                     Spesies: Artocarpus communis Forst

PROFIL TANAMAN
Pohon, daun dan bunga mirip kluwih. Buah bundar atau agar bundar panjang, kulit mempunyai tonjolan seperti duri lunak, daging kuning pucat atau keputihan, aroma sedap, tidak berbiji. Setek,sambung
Sukun merupakan buah yang dihasilkan dari pohon sukun. Banyak olahan makanan yang terbuat dari buah sukun ini. Gorengan misalnya, gorengan dari buah sukun ini ternyata juga di gemari oleh masyarakat. Sebab dengan cita rasa gurih dan lunak seperti roti ternyata di jual belikan di pasaran. Tak hanya itu saja, bagian dari pohon sukun masih ada lagi yaitu daunnya. Akan tetapi daun tersebut tidak digunakan sebagai makanan ringan ya. Melainkan daun tersebut dapat di gunakan sebagai obat tradisional.
Dari daun yang lebar tersebut memiliki khasiat tersendiri bagi kesehatan kita. Hanya dengan mengkonsumsinya sehari satu gelas maka penyakit seperti gengguan ginjal, kolesterol tinggi, asam urat, dan lain sebagainya dapat diatasi dengan ramuan ini. Selain baik untuk ginjal, daun sukun ternyata juga jitu untuk meredam laju kolesterol jahat dalam darah. Seperti yang dialami oleh Imron. Menurutnya, setelah dua minggu, daun sukun mampu menurunkan kadar kolesterol darahnya.
Gangguan ginjal
Ambil segenggam daun sukun kering (kurang lebih 15 gram) yang telah dirajang atau dipotong kecil-kecil. Seduh dengan air panas seperti membuat teh. Ramuan tersebut disaring untuk diambil airnya. Rasanya memang agak pahit, untuk menguranginya dapat ditambahkan gula batu atau madu.
Cara lain, ambil 3 lembar daun hijau tua tetapi masih menempel di dahan. Cuci bersih pada air mengalir. Rajang daun-daun itu, lalu jemur (jangan langsung kena terik matahari) sampai kering, Siapkan wadah lalu isi dengan air bersih 2 liter. Wadah sebaiknya terbuat dari gerabah tanah, bisa juga berupa panci stainless steel. Didihkan sampai volume air tinggal separuhnya. Selanjutnya, tambahkan air bersih 1 liter, dan didihkan lagi sampai separuh. Ambil dan saring. Warna air rebusan daun sukun adalah merah, mirip teh. Karena rasanya agak pahit, boleh ditambahkan gula batu atau madu.
Penurun kalesterol
Ambil segenggam daun sukun yang sudah kering (15 gram), kemudian campur dengan daun bangle dengan ukuran yang sama atau dua sendok teh serbuk bangle. Seduh dengan air mendidih seperti membuat teh. Jika tak kuat rasa pahitnya, Anda juga bisa menambahkan rasa manis dari gula batu atau madu.
Asam urat
Ambil segenggam daun sukun yang telah dikeringkan (15 gram), campur dengan segenggam daun greges otot (atau dua sendok teh dalam bentuk serbuk). Seduh dengan air mendidih, lalu saring. Setelah dingin minum seperti halnya teh. Dapat juga ditambahkan gula batu atau madu.
Catatan :
Selama meminum ramuan daun sukun, hindari makan sayur bayam, daun singkong dan kangkung serta jeroan atau daging merah, karena dapat meningkatkan kekentalan darah yang membuat otot menjadi kram.

Komentar